Jenis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak

Pola Asuh Anak

JENIS POLA ASUH ORANGTUA

Kenyataan bahwa anak – anak yang berwatak stabil dan gembira dibesarkan oleh orangtua yang sangat keras dan tegas sekaligus dapat diandalkan, sikap mereka sangat konsisten sehingga anak – anak mereka tahu persis aturan – aturan yang harus dipatuhi serta bagaimana menghindari masalah, oleh sebab itu , anak – anak tersebut sangat jarang menerima hukuman.

Yang paling penting, anak – anak tersebut percaya bahwa mereka dicintai dan dihargai dengan setulus hati.

Anak – anak dari keluarga yang keras tapi adil dan terbuka, memiliki  banyak “Kebebasan dan kelonggaran” serta terbiasa bersikap sesuka hati , tapi mereka terlihat tidak bahagia.

Anak – anak sebetulnya membutuhkan dan mencari – cari seseorang yang bisa membertahu atau membatasi perilaku mereka, sementara orangtua salah menafsirkan sinyal tersebut, mereka menafsirkan bahwa anak – anak butuh ruang gerak dan kebebasan yang lebih besar lagi, padahal justru sebaliknya.

Bahwa anak – anak membutuhkan batasan – batasan adalah salah satu rahasia yang perlu dipahami oleh orangtua.  mereka butuh seseorang yang dapat diandalkan untuk membatasi atau mengendalikan mereka.

Ada tiga gaya pokok yang ditunjukkan orangtua ketika mereka menghadapi tingkah polah anak – anak yaitu:

  1. Agresif

Orangtua yang agresif melancarkan serangan baik dalam bentuk kata – kata maupun tindakan untuk meredam tingkah polah anaknya.

Dapat dikatakan bahwa Orangtua yang agresif memarahi anak – anaknya setiap saat, kemarahan mereka sama sekali bukan disebabkan oleh tingkah laku anak – anaknya melainkan oleh hal – hal seperti kekecewaan terhadap hidup perkawinan mereka, pekerjaan , kondisi kemanusiaan atau terhadap kenyataan bahwa mereka adalah orangtua padahal mereka tidak menginginkannya. (semua itu sama sekali bukan kesalahan anak – anak).

Anak – anak ini karena merasa omelan orangtua sangat menyakitkan hatinya, menarik diri dari pergaulan dan menjadi anak yang gelisah.

Bila yang menjadi tujuan adalah kepatuhan anak, orangtua yang agresif pasti akan memperolehnya (anak – anak patuh karena takut)

Orangtua demikian juga menerima pembangkangan, pasti ada saatnya orangtua yang pemarah akan berhadapan dengan remaja yang berani membalas.

Orangtua yang agresif akan berhadapan dengan anak – anaknya yang merasa ketakutan dan terancam atau dengan berani membangkang dan berlaku menyimpang atau gabungan dari keduanya.

  • Pasif

Orangtua yang pasif membiarkan anaknya “melangkahi mereka” atau berbuat semaunya dan baru akan bertindak ketika “ bebannya sudah tak tertahankan” ditambah dengan lontaran kata – kata yang tak terduga. Orangtua demikian ada dimana – mana

Ketika seorang anak menunjukkan sikap tidak mau bekerja sama, tidak mau menurut, orangtua nya merasa hidup mereka jadi sulit.  Orangtua yang lemah merasakan hal ini sebagai keadaan sulit yang terus berulang, sebesar apapun keinginan mereka untuk mengalah dan ternyata itu tidak juga bisa menghentikan tingkah anaknya, orangtua seperti ini bisa tiba – tiba merasa marah dan jengkel terhadap berbagai kesulitan yang ditimbulkan oleh sikap tidak menurut anaknya dan merasa perlu bersikap keras untuk menegakkan peraturan.

 Kapanpun itu timbulnya pada saat itulah orangtua merasa kesabarannya habis, tiba – tiba mereka menghardik dan mengambil tindakan mendisiplinkan anaknya dengan cara serta kegeraman sedemikian rupa yang mereka tahu sebetulnya tindakan itu kelewat batas..

Seringkali orangtua yang melukai anaknya adalah orangtua pendiam, pemalu atau takut – takut yang tiba – tiba saja “meledak”.

Bila pola hubungan anda dengan anak anda memang seperti yang dipaparkan (menahan diri, berdiam diri, mengalah  lalu meledak)  anda perlu memahami dua hal berikut :

  1. Sekitar sepertiga orangtua mengalami pola hubungan seperti itu, terutama orangtua yang punya anak yang masih kecil dan belum lama mengalami diri sebagai orangtua.
  2. Pola hubungan demikian bukan masalah besar karena pola itu hanya disebabkan oleh pelepasan energy yang salah sasaran dan itu bisa diperbaiki.
  • Asertif

Orangtua yang asertif sama sekali berbeda, mereka tegas senantiasa menunjukkan sikap jelas, teguh ,tak terbantahkan dan didalam dirinya penuh rasa percaya diri serta merasa rileks.

Anak – anak yang orangtuanya asertif tahu pasti bahwa apa yang dikatakan ibu atau ayah harus dilaksanakan, sekaligus tahu pasti juga bahwa mereka tak akan dikecewakan (misal diremehkan atau dihina) oleh orangtuanya.

Sulit bagi anda untuk menjadi orangtua yang asertif, namun yang penting adalah memandang sikap asertif sebagai ketrampilan bukan watak bawaan, artinya anda bisa belajar untuk terampil bersikap asertif, jadi masih ada harapan.

Bagian pertama dari sikap asertif terletak didalam diri anda yakni dalam perilaku sedangkan bagian kedua terletak dalam tindakan apa yang nyata – nyata anda lakukan

Baca juga : Jual Grosir Kotak Pensil Fancy di Sumur Batu

Berikut ini bagaimana cara mendidik anak yang terbiasa bersikap tidak patuh atau senang menunda, agar ia bisa berperilaku baik :

  • Anda sendiri tahu persis apa yang anda inginkan

Apa yang anda utarakan kepada anak anda bukan permintaan , bukan sesuatu yang bisa diperdebatkan atau dibantah, itu adalah tuntutan yang berhak anda ajukan, dan anak anda akan merasakan manfaatnya bila ia belajar melaksanakan tuntutan itu.

  • Lakukan kontak yang baik.

Hentikan kegiatan apa pun yang sedang anda lakukan, dekati anak anda, lalu pastikan ia memandang anda , jangan memberi perintah sebelum ia memandang anda dengan sungguh – sungguh

  • Harus Jelas

“Ibu ingin kamu …. sekarang juga, kamu mengerti maksud ibu?” , Pastikan anda mendapat jawaban “ya” atau “tidak” darinya.

  • Bila anak anda tidak menurut, ulangi lagi apa yang anda minta ia lakukan

Jangan melakukan bahasan, memberi alasan, jadi marah atau takut, Bernapaslah pelan – pelan dan dalam – dalam sehingga anda menjadi lebih tenang. Anda ingin menunjukkan kepada anak anda bahwa anda tak akan berubah pendirian mengenai apa yang anda minta ia lakukan, sedemikian teguh pendirian anda sampai – sampai anda tidak perlu menunjukkan sikap marah.

Ini adalah langkah yang penting dan yang paling menentukan adalah segala yang tidak anda lakukan , anda tidak melakukan pembahasan atau peluang berdebat,  anda tidak jadi panas hati, – Pokoknya anda tinggal mengulangi apa yang anda minta ia lakukan.

  • Amati sungguh – sungguh

Siapa tahu anak anda tidak sepenuhnya mengerjakan apa yang anda minta ia lakukan, bila ia benar – benar sudah menyelesaikan tugasnya (misal membereskan mainan) tidak perlu menanggapinya secara berlebihan, katakan saja, “bagus” lalu tersenyumlah secukupnya.

Kelima tahapan ini disebut Retraining Procedure (Prosedur Pengulangan latihan).  awalnya penerapan akan memakan waktu yang lama dan anda akan mengeluh , tapi waktu yang anda gunakan akan membuahkan hasil yang berlipat ganda.  Kunci keberhasilannya adalah bersikap pantang menyerah.

Dengan latihan seperti itu anda akan berhasil membentuk nada suara serta sikap tubuh secara keseluruhan yang bagi anak anda berarti “Ayah/Ibu tidak main – main” , Nada suara serta sikap tubuh itu sama sekali berbeda dengan yang biasa anda gunakan saat bercakap – cakap , bergurau, memuji, atau bermain bersama anak anda. Anak anda akan mengartikan nada suara serta sikap tubuh anda itu sebagai “ Lakukan sekarang juga” , Dan ia pasti akan melakukannya juga! Bukan main!

Perjalanan menjadi orangtua yang asertif, diawali dengan keputusan bahwa anda sebagai orangtua mempunyai hak dan anak anda membutuhkan pembatasan dari anda (sekalipun mereka tidak menyetujuinya) hasil dari semua itu adalah hidup yang jauh lebih tentram bagi semua pihak juga waktu yang lebih banyak untuk melakukan hal – hal yang menyenangkan.

Empat Pilihan Dasar Bagi Orangtua

Berikut ini empat pilihan dasar bagi orangtua untuk bersikap terhadap anak – anak—tapi jangan sampai bagian ini membuat anda merasa bersalah! Manfaat bagian ini sebagai pengingat bahwa “Aku Punya Pilihan”.

  1. Menjadi orangtua yang Pasif

Menarik diri/ tidak mau tahu sama sekali, menuruti semua keinginan anak, membiarkan anak bertindak seenaknya.

  • Menjadi orangtua agresif

Menggunakan kata – kata/sikap/tindakan yang meremehkan untuk membuat anak mau menurut, berteriak/membentak anak, memukul anak dengan marah.

  • Menjadi orangtua manipulatif

Memanfaatkan rasa bersalah, sakit/lemah/bosan untuk membuat anak mau menurut, membanding – bandingkan dengan anak – anak lain.

  • Menjadi orangtua yang asertif

Tidak segan atau takut berkonflik, semakin sering melakukan negosiasi seiring dengan semakin besar dan semakin meningkatnya kemampuan anak, memberi “teguran yang positif”, mengajukan keinginan dan tuntutan yang jelas sekaligus tegas menetapkan peraturan, dan betul – betul menjalankann konsekuensinya.

“The best way to make children good is to make them happy.” –

Oscar Wilde

“Cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi baik adalah dengan membuat mereka bahagia.”

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares