Kenali Kecerdasan Emosional Anak Anda Sejak Usia Dini

“Anak – anak lebih membutuhkan Contoh daripada Kritik ”

Apakah Kecerdasan Emosional ?

Istilah “KECERDASAN EMOSIONAL” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University on New Hamspshire untuk menerangkan kualitas – kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.

Kualitas – kualitas itu antara lain :

  1. Empati
  2. Mengungkapkan dan memahami perasaan
  3. Mengendalikan amarah
  4. Kemandirian
  5. Kemampuan menyesuaikan diri
  6. Disukai
  7. Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi
  8. Ketekunan
  9. Kesetiakawanan
  10. Keramahan
  11. Sikap hormat

Berkat buku best seller karya Daniel Goleman “Emotional Intellegence” yang laris pada tahun 1995, dimana konsep ini menyebar luas dan menyadarkan masyarakat bahwa kecerdasan emosional memang sangat menarik dan penting.

Orang mulai menyadaari perannya dalam membesarkan dan mendidik anak – anak, selain itu konsep ini juga penting diterapkan di lapangan kerja dan semua tempat yang mengharuskan manusia saling berhubungan.

Alan Farnham melaporkan dalam sebuah artikel di majalah Fortune bahwa suatu studi di Bell Labs  adalah ruang mengobrol elektronik , yang selain digunakan untuk bergosip, juga sebagai tempat bertukar informasi professional yang penting.

Studi itu menyimpulkan bahwa isolasi social dapat dianggap sebagai salah satu penyebab rendahnya EQ. yang berakibat menurunnya prestasi kerja.

Baca juga : Kenali Dirimu Sendiri dengan baik agar bahagia

EQ vs IQ

IQ dikenal sebagai kecerdasan kognitif atau ketrampilan kognitif.

Para ilmuan social masih berdebat tentang apa tepatnya yang membentuk IQ seseorang, tapi sebagian besar professional sepakat bahwa IQ dapat diukur menggunakan uji kecerdasan standart.

Misalnya  “Wechsler Intelligence Scales” untuk mengukur kemampuan verbal dan non verbal termasuk ingatan, perbendaharaan kata, wawasan, pemecahan masalah, abstraksi, logika, persepsi, pengolahan informasi, dan ketrampilan motoric visual.

IQ dianggap stabil sesudah anak berusia enam tahun dan biasanya berkorelasi dengan uji – uji bakat seperti ujian masuk perguruan tinggi.

EQ dipakai sebagai sinonim kecerdasan emosional

Makna EQ agak membingungkan, Salovey dan Mayer mula – mula mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai “Himpunan bagian dari kecerdasan social yang melibatkan kemampuan memantau perasaan dan emosi baik pada diri sendiri maupun orang lain, memilah – milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan”

Walaupun kita tidak dapat mengukur bakat atau sifat seseorang, seperti keramahan , percaya diri dan sikap hormat, namun kita dapat mengenali sifat – sifat tersebut pada anak – anak dan sepakat bahwa sifat – sifat tersebut mempuyai nilai penting.

Perbedaan IQ dan EQ

Perbedaan yang paling penting antara IQ dan EQ adalah EQ tidak dipengaruhi oleh factor keturunan, sehingga membuka kesempatan bagi orang tua dan para pendidik untuk melanjutkan apa yang sudah disediakan oleh alam agar anak mempunyai peluang lebih besar untuk meraih keberhasilan.

Namun ironis, sementara dari generasi ke generasi anak makin cerdas, ketrampilan emosional dan sosialnya merosot tajam, dewasa ini adalah banyak hal anak – anak berperilaku jauh lebih buruk daripada generasi sebelumnya.

Apakah yang dapat kita perbuat agar anak – anak kita tumbuh sehat, bahagia dan produktif?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares