Pola Asuh Anak Yang baik

Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya, oleh karena itulah  orang tua perlu terus menerus belajar dan belajar agar terhindar dari pola asuh yang salah pada anak. Agar proses pengasuhan berjalan dengan baik, ada banyak hal yang perlu dipahami oleh orang tua , termasuk memahami bahwa saat ini masih ada kesalahan konsep pengasuhan, menurut saya sebaiknya hal ini segera diubah agar tidak terjadi kesalahan pada pola asuh anak.

Sebagai orang tua tidak selamanya kita sependapat dengan pasangan, termasuk pola asuh pada anak, lalu bagaimana cara kita bersikap :

Saat cara mengurus anak yang kita terapkan berbeda dengan pasangan kita, ketegangan hubungan pun bisa terjadi, hampir semua orang tua sesungguhnya memiliki pandangan cara mengasuh yang berbeda dengan pasangannya. sayangnya , perbedaan cara mendidik anak ini, sering kali memicu konflik dan menyebabkan ketegangan dalam rumah tangga, anak pun bisa bingung melihat perbedaan ini, lebih buruknya , memanfaatkan situasi ketidak cocokan pola asuh anak orang tuanya demi kepentingan dirinya.

Pengasuhan anak dalam satu keluarga tentunya berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, apapun bentuk pengasuhan yang diterapkan, bisa ditarik benang merah yang sama yaitu  membentuk anak mempunyai karakter yang positif saat mereka tumbuh dewasa dan tangguh menjalani kehidupan mereka kelak.

Ada 4 Pola asuh dalam keluarga yang dapat kita terapkan yaitu :

  1. Pola pengasuhan Agamis yaitu pengasuhan yang menitik beratkan pada nilai moral dan berpegang teguh pada agama, hal ini cenderung berkembang di negara timur seperti Indonesia. sisi positif dari pola pengasuhan cara ini adalah memperkuat iman anak agara jangan sampai terjerumus hal – hal negatif seperti : narkoba, pergaulan bebas dan aspek tidak baik lainnya.
  2. Pola Pengasuhan Aktif Progresif yaitu  yang menjadi aspek dominan dalam pola pengasuhan ini Toleransi dan nilai – nilai kekeluargaan, umumnya pola ini dijalankan secara turun temurun dalam keluarga dimana kekeluargaan sangat erat, dimana anak dianjurkan menghormat kepada anggota keluarga yang lebih tua.
  3. Pola Pengasuha Bebas yaitu pola pengasuhan demokratis, memberikan kebebasan dan kemandirian anak dalam menentukan jati dirinya kelak. pola asuh ini dikenal dengan pola asuh barat atau modern. pada pola ini memang anak diberikan kebebasan untuk  berekpresi, namun  kerap kali justru menjadi kebablasan karena orang tua tidak bisa mengontrol keinginan anak – anaknya, namun jika diterapkan dengan tepat, pola asuh ini bagus untuk mengembangkan kepribadian anak menjadi berkarakter dan bertanggung jawab
  4. Pola Pengasuhan Idaman Orang tua yaitu pola inilah yang banyak diterapkan  orang tua di Indonesia, umumnya diadopsi oleh keluarga kelas menengah kebawah, kondisi ekonomi umumnya  menjadi alasan utama, karena orang tua tidak ingin anaknya merasakan kesusahan yang pernah mereka alami dan menemukan jalan yang lebih baik. sayangnya pola asuh ini kerap kali mengekang anaknya agar menuruti keinginan mereka, Jika diaplikasika pada anak dengan kadar yang pas, Pola asuh ini bisa menghasilkan anak yang sukses dan mapan dikemudian hari.

Mayoritas orang tua yang tinggal di kota besar non metropolis ,  cenderung menggunakan pola asuh agamis, berbeda dengan mereka yang hidup dipedesaan , cenderung mengedepankan  pola asuh yang keempat dalam menuntun hidup anaknya, sementara bagi mereka yang hidup dikota metropolitan, banyak yang menerapkan pola asuh beban dan modern untuk pertumbuhan buah hatinya.

Setiap Pola asuh tidak dapat disama ratakan karena masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing, namun semua itu tentunya ada tujuan positif yaitu mendorong anak agar menjadi seorang yang berguna untuk kehidupannya dan orang lain.

Nah, apakah orang tua telah menerapkan salah satu dari polah asuh diatas atau mungkin punya pola asuh yang lainnya…

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares